Memilih penyedia keramba jaring apung Inaproc sering menjadi tantangan bagi PPK, dinas, maupun koperasi pembudidaya karena banyaknya variasi material, spesifikasi, dan skema pengadaan di e-katalog pemerintah. Produk KJA (Keramba Jaring Apung) kini didominasi material HDPE yang dikenal lebih tahan lama dan cocok untuk kondisi laut Indonesia. Artikel ini membahas kriteria penting, contoh produk beserta merk, tipe, spesifikasi, hingga kisaran harga agar Anda dapat menentukan vendor KJA e-katalog yang tepat sesuai kebutuhan budidaya ikan skala pemerintah maupun komunitas.
Kriteria Penting Memilih Penyedia Keramba Jaring Apung Inaproc

Dalam pengadaan B2G, pemilihan KJA tidak hanya soal harga, tetapi juga ketahanan dan kesesuaian spesifikasi dengan lokasi budidaya.
Berikut faktor utama yang perlu diperhatikan:
- Material (HDPE vs konvensional)
HDPE (High Density Polyethylene) memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi, UV, dan ombak laut. Umur pakai bisa mencapai 20–50 tahun dengan perawatan . - Desain & tipe keramba
- Kotak (square) → cocok untuk perairan tenang
- Bundar (circular/offshore) → lebih stabil di laut terbuka
- Oktagonal → kombinasi stabilitas dan efisiensi ruang
- Konstruksi & sistem sambungan
Teknologi seperti butt fusion membuat sambungan lebih kuat dan minim kebocoran. - Skalabilitas modul
Sistem knock-down memudahkan transportasi dan ekspansi unit budidaya. - Kesesuaian standar pengadaan (Inaproc/e-Katalog)
Pastikan produk tersedia di e-katalog LKPP agar proses pengadaan lebih cepat dan transparan.
Untuk memudahkan proses pengadaan barang dan jasa, silakan cek daftar lengkap kami di katalog Inaproc Marluga Satahi Indonesia.
Rekomendasi Keramba Jaring Apung untuk Pengadaan

Pemilihan Keramba Jaring Apung (KJA) berkualitas adalah investasi penting untuk memaksimalkan hasil panen perikanan. Berikut adalah rekomendasi komersial produk KJA unggulan untuk proyek pengadaan pemerintah maupun swasta.
1. KJA AQUATEC Modular Persegi
Desain modular persegi sangat populer untuk perairan tenang seperti danau atau pesisir. Sistem perakitannya praktis, cocok untuk budidaya skala menengah hingga besar.
-
Spesifikasi Utama: Dimensi 3 x 3 meter dengan 4 lubang jaring.
-
Material: Menggunakan HDPE PE-100 yang kokoh dan ramah lingkungan.
-
Keunggulan: Sistem knock-down memudahkan proses mobilisasi dan instalasi.
-
Estimasi Harga: Puluhan hingga ratusan juta rupiah (cek E-Katalog).
2. KJA AQUATEC Tipe Flexi Offshore
Dirancang khusus untuk menaklukkan laut lepas, tipe flexi mampu meredam ombak ekstrem. Aset ini vital untuk target budidaya maritim skala masif.
-
Ketahanan Cuaca: Struktur fleksibel, tahan hantaman ombak hingga ±2 meter.
-
Durabilitas: Proyeksi umur pakai operasional lebih dari 20 tahun.
-
Target Lokasi: Ideal untuk lingkungan perairan laut terbuka (offshore).
-
Estimasi Harga: Ratusan juta hingga miliaran rupiah (bergantung konfigurasi).
3. KJA Oktagonal Material HDPE
Bentuk segi delapan menawarkan stabilitas superior dibandingkan model persegi konvensional. Desain aerodinamisnya sangat ideal untuk area perairan dengan arus dinamis.
-
Spesifikasi Utama: Pilihan bentang diameter mulai ±6 hingga 10 meter.
-
Keunggulan Material: HDPE dilengkapi perlindungan anti-UV agar tidak mudah getas.
-
Fungsi: Menciptakan sirkulasi oksigen yang optimal bagi kesehatan ikan.
-
Estimasi Harga: Fleksibel, menyesuaikan ukuran diameter dan jumlah modul pesanan.
4. KJA Kubus Apung 6 Lubang
Bagi investor yang butuh kapasitas penebaran benih ekstra tanpa perluasan area besar, unit ini sangat efisien. Desain ini mengoptimalkan pemanfaatan ruang perairan.
-
Spesifikasi Utama: Dimensi total 4 x 4 meter terbagi menjadi 6 lubang.
-
Keunggulan Material: Blok kubus tebal, anti-korosi, dan bebas pengecatan ulang.
-
Daya Dukung: Daya apung sangat stabil untuk menopang beban panen berat.
-
Estimasi Harga: Sekitar ±Rp238.000.000 per unit di marketplace industri lokal.
5. Paket Pengadaan KJA Multi Unit
Proyek pemerintah biasanya menggunakan skema paket terintegrasi untuk kelompok nelayan. Skema partai besar ini menjamin infrastruktur siap pakai dari hulu ke hilir.
-
Cakupan Proyek: Puluhan petak keramba HDPE dalam satu kontrak E-Purchasing.
-
Kelengkapan: Termasuk kerangka apung, jaring, jangkar penahan, dan aksesori keselamatan.
-
Estimasi Harga: Nilai kontrak kawasan budidaya terpadu umumnya mencapai ±Rp1,1 miliar.
-
Catatan: Harga sangat fluktuatif bergantung pada volume dan tingkat kesulitan logistik lokasi.
Tabel Perbandingan Keramba Jaring Apung
| Merk / Produk | Tipe | Ukuran / Kapasitas | Material | Keunggulan | Kisaran Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| AQUATEC KJA 3×3 | Kotak | 3×3 m (4 lubang) | HDPE | Modular & mudah instalasi | Puluhan–ratusan juta |
| AQUATEC Flexi | Offshore | Custom | HDPE | Tahan ombak besar | Ratusan juta–>1 M |
| KJA Oktagonal | Oktagonal | 6–10 m diameter | HDPE | Stabil di laut terbuka | Variatif |
| Kubus 4×4 6 lubang | Kotak | 4×4 m | HDPE | Kapasitas lebih besar | ± Rp 238 juta |
| Paket Proyek KJA | Multi unit | Skala proyek | HDPE | Lengkap + instalasi | ± Rp 1,1 M+ |
Keunggulan Vendor KJA Marluga Satahi Indonesia

Sebagai penyedia Keramba Jaring Apung Inaproc, Marluga Satahi Indonesia menawarkan solusi yang sangat relevan dengan kebutuhan sektor B2G. Pendekatan komprehensif ini memastikan setiap proyek pengadaan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga beroperasi maksimal secara teknis di lapangan.
-
Pengalaman Sektor Perikanan: Terbukti andal dalam mendampingi dan mendukung kelancaran berbagai proyek strategis dari tingkat dinas hingga kementerian terkait.
-
Terintegrasi Sistem E-Katalog/Inaproc: Seluruh komoditas terdaftar resmi di sistem pengadaan sehingga proses birokrasi dan transaksi berjalan jauh lebih cepat serta transparan.
-
Spesifikasi Produk Fleksibel: Menyediakan beragam pilihan material mutakhir yang dapat disesuaikan dengan kondisi perairan, mulai dari KJA HDPE, sistem kubus modular, hingga tipe laut lepas (offshore-ready).
-
Pendampingan Teknis Penuh: Memberikan layanan tenaga ahli yang menyeluruh mulai dari tahap penyusunan perencanaan awal hingga proses instalasi keramba di titik budidaya.
Memilih penyedia Keramba Jaring Apung Inaproc membutuhkan pertimbangan teknis dan administratif sekaligus. Dengan memahami spesifikasi, tipe, dan kisaran harga, Anda dapat menentukan solusi yang paling sesuai untuk kebutuhan budidaya. Untuk opsi yang lebih terarah dan sesuai standar pengadaan pemerintah, Anda dapat mempertimbangkan konsultasi langsung dengan vendor berpengalaman seperti Marluga Satahi Indonesia.
Anda juga dapat menemukan referensi layanan profesional lainnya melalui laman resmi Marluga Satahi Indonesia.
FAQ Seputar Penyedia Keramba Jaring Apung Inaproc
1. Apa itu keramba jaring apung HDPE?
KJA HDPE adalah sistem budidaya ikan menggunakan rangka apung dari plastik HDPE yang tahan korosi, UV, dan ombak, sehingga lebih awet dibanding kayu atau besi.
2. Berapa umur pakai KJA HDPE?
Rata-rata 20–50 tahun tergantung kualitas material dan perawatan .
3. Apakah KJA tersedia di e-katalog Inaproc?
Ya, banyak vendor menyediakan KJA HDPE melalui e-katalog LKPP untuk mempermudah pengadaan pemerintah.
4. Berapa harga keramba jaring apung?
Harga sangat bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah tergantung ukuran, jumlah petak, dan spesifikasi.
5. KJA mana yang cocok untuk laut lepas?
Tipe bundar atau flexi offshore lebih direkomendasikan karena stabil terhadap gelombang besar.


