Menentukan harga keramba jaring apung sering membingungkan karena variasi ukuran, material, hingga sistem modul yang ditawarkan di pasar dan e-katalog pemerintah. Secara umum, harga KJA HDPE bisa berkisar dari puluhan juta hingga miliaran rupiah tergantung kapasitas dan spesifikasi. Bahkan, komponen sederhana seperti kubus apung saja memiliki kisaran Rp450.000–Rp750.000 per m² , sementara paket proyek pemerintah bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar . Artikel ini membantu Anda memahami estimasi biaya, jenis produk, serta faktor yang memengaruhi investasi agar perencanaan budidaya ikan lebih terukur.
Faktor Penentu Harga Keramba Jaring Apung

Harga KJA sangat dipengaruhi oleh kombinasi material, ukuran, dan kompleksitas sistem. Memahami faktor ini membantu Anda menghindari underbudget atau overbudget dalam proyek budidaya.
Faktor utama:
- Material utama (HDPE vs semi HDPE vs tradisional)
HDPE PE-100 memiliki ketahanan tinggi terhadap UV dan korosi, dengan umur pakai sekitar 20 tahun atau lebih . Material ini biasanya lebih mahal dibanding kayu atau bambu. - Ukuran & jumlah lubang
Semakin besar ukuran (misalnya 3×3 m vs 5×5 m) dan semakin banyak lubang budidaya, biaya akan meningkat signifikan. - Komponen sistem
Termasuk pelampung, jaring, rangka, walkway, hingga sistem mooring (jangkar). - Lokasi instalasi
KJA offshore (laut terbuka) membutuhkan struktur lebih kuat dibanding danau atau tambak. - Skema pengadaan
Harga e-katalog/Inaproc biasanya sudah termasuk spesifikasi standar pemerintah dan bisa berbeda dari harga retail.
Untuk memudahkan proses pengadaan barang dan jasa, silakan cek daftar lengkap kami di katalog Inaproc Marluga Satahi Indonesia.
Estimasi Harga Keramba Jaring Apung Berbagai Jenis

Merencanakan anggaran pengadaan infrastruktur perikanan membutuhkan referensi harga yang akurat. Berikut adalah ringkasan estimasi harga komersial Keramba Jaring Apung (KJA) berdasarkan spesifikasi dan skalanya.
1. KJA Jaring Sederhana (Skala Kecil)
Opsi ini sangat ideal untuk merintis usaha budidaya mikro atau area pembibitan. Karena tanpa kerangka HDPE tambahan, jaring ini sangat hemat dan mudah dipasang di perairan tenang.
-
Material Utama: Jaring PE atau waring berkualitas dengan bentang 1–3 meter.
-
Kondisi Pemasangan: Beroperasi secara mandiri tanpa membutuhkan struktur rangka apung yang kaku.
-
Estimasi Harga: Sangat terjangkau di kisaran ±Rp25.000 – Rp150.000 per meter persegi.
2. KJA Semi HDPE (Modular Ringan)
Tipe ini menawarkan keseimbangan sempurna antara daya tahan dan efisiensi anggaran. Strukturnya sangat cocok bagi kelompok pembudidaya yang ingin berekspansi ke skala menengah.
-
Spesifikasi Kerangka: Menggunakan semi HDPE dengan dimensi standar operasional ±5 x 5 meter.
-
Daya Tahan: Memiliki total bobot sekitar ±569 kg yang cukup stabil menahan arus perairan.
-
Estimasi Harga: Dipasarkan pada kisaran ±Rp45.000.000 per unit (belum termasuk penambahan pajak).
3. KJA HDPE Modular (Standar Industri)
Sistem modular HDPE murni adalah standar operasional mutlak untuk target panen komersial jangka panjang. Spesifikasi ini paling mendominasi kebutuhan tender dalam proyek pengadaan pemerintah (B2G).
-
Material Konstruksi: Terbuat dari HDPE PE-100 murni dengan sistem bongkar pasang (knock-down).
-
Varian Ukuran: Tersedia dalam dimensi operasional mulai dari 3×3 meter hingga 5×5 meter.
-
Estimasi Harga: Berkisar antara ±Rp200.000.000 – Rp300.000.000 per unit (mengacu pada data E-Katalog).
4. KJA Kubus Apung Modular
Sistem kubus apung memberikan tingkat fleksibilitas tata ruang tertinggi untuk kawasan perairan dinamis. Luasan keramba dapat dengan mudah diperluas atau dibongkar menyesuaikan target budidaya di danau dan waduk.
-
Bahan Penyusun: Mengandalkan blok kubus HDPE tebal yang anti-pecah dan tahan korosi.
-
Harga Komponen: Kubus dasar dijual dengan harga estimasi ±Rp450.000 – Rp750.000 per meter persegi.
-
Estimasi Total: Memerlukan anggaran puluhan hingga ratusan juta rupiah yang bergantung sepenuhnya pada total luasan perakitan.
5. KJA Paket Proyek Terpadu
Pengadaan paket proyek berskala besar dirancang khusus untuk mempercepat program pemberdayaan kementerian atau investasi korporasi. Skema partai besar ini memastikan seluruh fasilitas siap langsung beroperasi.
-
Kelengkapan Infrastruktur: Harga sudah termasuk penyediaan jaring utama, pelampung, jalur inspeksi (walkway), dan jangkar penahan.
-
Skema Pengadaan: Berupa pembelian unit jamak (multi-unit) dalam satu kontrak penyediaan kawasan budidaya.
-
Estimasi Harga: Nilai kontrak satu paket pengadaan kawasan terpadu umumnya bisa menembus ±Rp1,1 miliar.
Tabel Perbandingan Harga Keramba Jaring Apung
| Jenis KJA | Material | Ukuran Umum | Spesifikasi | Target Pengguna | Kisaran Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| Jaring sederhana | PE / waring | 1–3 m | Tanpa rangka | UMKM | Rp25 ribu–150 ribu/m² |
| Semi HDPE | Kombinasi | ±5×5 m | Modular ringan | Menengah | ± Rp45 juta |
| HDPE modular | HDPE PE-100 | 3×3 – 5×5 m | Knock-down system | Profesional | ± Rp200–300 juta |
| Kubus apung | HDPE cube | Fleksibel | Per m² modular | Modern | Rp450–750 ribu/m² |
| Paket proyek | HDPE lengkap | Multi unit | Full system | Pemerintah | ± Rp1,1 miliar+ |
Keunggulan Marluga Satahi Indonesia dalam Pengadaan KJA

Dalam konteks pengadaan dan investasi, Marluga Satahi Indonesia menawarkan solusi yang relevan untuk sektor perikanan:
- Menyediakan keramba HDPE sesuai standar e-katalog/Inaproc
- Mendukung custom spesifikasi berdasarkan lokasi budidaya
- Berpengalaman dalam pengadaan B2G dan proyek dinas
- Memberikan pendampingan teknis hingga instalasi
Pendekatan ini membantu memastikan investasi tidak hanya tepat harga, tetapi juga optimal secara operasional.
Memahami harga keramba jaring apung sejak awal akan mempermudah Anda menyusun strategi investasi yang realistis. Jika Anda membutuhkan perhitungan lebih spesifik sesuai lokasi dan kapasitas produksi, pertimbangkan untuk berdiskusi langsung dengan penyedia berpengalaman seperti Marluga Satahi Indonesia agar solusi yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.
Anda juga dapat menemukan referensi layanan profesional lainnya melalui laman resmi Marluga Satahi Indonesia.
FAQ Seputar Harga Keramba Jaring Apung
1. Berapa harga keramba jaring apung HDPE?
Harga umumnya berkisar Rp200 juta hingga Rp300 juta per unit standar, tergantung ukuran dan spesifikasi. Untuk proyek besar, nilainya bisa mencapai miliaran rupiah.
2. Apa perbedaan KJA HDPE dan semi HDPE?
KJA HDPE menggunakan material full HDPE yang lebih tahan lama, sedangkan semi HDPE menggabungkan material lain sehingga lebih murah namun umur pakainya lebih pendek.
3. Apakah bisa membuat KJA sendiri?
Bisa, terutama tipe sederhana. Namun untuk HDPE modular, disarankan menggunakan vendor karena membutuhkan teknologi sambungan khusus.
4. Apa komponen biaya terbesar dalam KJA?
Material HDPE, pelampung, dan struktur rangka menjadi komponen paling mahal dalam pembangunan keramba.
5. Bagaimana cara mendapatkan harga terbaik di Inaproc?
Gunakan e-katalog LKPP, bandingkan spesifikasi antar vendor, dan pastikan produk sesuai kebutuhan teknis, bukan hanya harga terendah.


